Translate

Kamis, 28 Februari 2013

SMP Merdeka awal di desa Melidi

Sejak 2007 saya menjadi salah seorang pendamping anak di kecamatan Simpang Jernih desa Melidi pada awalnya. pasca banjir bandang 2006 di sungai tamiang menghanyutkan semua harta benda masyarakat desa ini jangan untuk sekolah, tempat tinggal saja masih di tenda darurat dengan segala kebutuhan hidup yang sangat memprihatinkan.
Sebelumnya saya adalah guru di yayasan Bustanul Fakri di kota Langsa dari tahun 2005 hingga akhirnya tawaran itupun sampai mengabdikan diri mendampingi anak - anak yang ingin melanjutkan sekolah ke SMP danYSI lah yang memfasilitasinya. Tak pernah terpikir sebelumnya menjadi guru di pedalaman di desa yang baru mengalami bencana alam yang dahsyat ini yang menghanyutkan semua rumah dan infrastruktur yang ada dan ini menimpa semua desa yang ada di pinggiran sungai tamiang.. dahsyat.
Pada tanggal 18 Agustus 2007 dengan Bismillah Rombongan pun berangkat menuju desa Melidi, dengan membawa perlengkapan logistik dan beberapa buku dan ATK buat belajar. Perjalanan ke hulu sungai Tamiang ini melalui jalan sungai selama 6 jam dari kuala simpang menuju desa Melidi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar